• The Mark of Success

    85 Tahun dan seterusnya

    PT Multi Bintang Indonesia Tbk terus menunjukkan
    kekuatan, kemampuan, dan komitmen teguh untuk menghasilkan
    bir dan minuman ringan kualitas terbaik kepada konsumen kami

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Kami meyakini bahwa penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik di seluruh organisasi Perseroan merupakan prasyarat bagi pertumbuhan bisnis jangka-panjang yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Memastikan implementasi tata kelola perusahaan yang baik di seluruh lini operasi kami melalui kepatuhan kami terhadap ketentuan undang-undang, standar dan peraturan yang berlaku, akan memberikan jaminan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan bahwa seluruh aktivitas dan praktik-praktik kami telah memenuhi ekspektasi dan standar mereka, dan bahwa kepentingan mereka benar-benar terlindungi. Kami berkomitmen untuk senantiasa melakukan upaya penyempurnaan praktik-praktik tata kelola kami melalui analisis proses dan pengendaliannya secara berkesinambungan guna mengidentifikasi seraya mengatasi kelemahan yang masih terjadi.

Struktur Tata Kelola       

Berdasarkan acuan Undang-Undang No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), struktur tata kelola PT Multi Bintang Indonesia Tbk terdiri atas tiga organ: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. RUPS merupakan instansi pengambilan keputusan yang tertinggi, sedangkan Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan, sementara Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan  operasional Perseroan dan pelaksanaan dari strategi yang telah ditetapkan.  

Dewan Komisaris dan Direksi mempunyai wewenang dan tanggung jawab terpisah sesuai dengan fungsi masing-masing, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan. Dewan Komisaris dibantu dalam fungsi pengawasan dan perumusan kebijakan remunerasinya oleh Komite Audit dan Komite Remunerasi. Direksi dibantu oleh Internal Audit Department (IAD) dan Sekretaris Perusahaan dalam mengendalikan dan mengawasi langkah Perseroan dan di dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Selanjutnya konstelasi ini dijabarkan dalam Anggaran Dasar Perseroan, yang menguraikan ketentuan operasional dan tanggung jawab di dalam Perseroan, dan Code of Business Conduct (Pedoman Perilaku Bisnis), yang menetapkan standar perilaku yang diharapkan dari masing-masing anggota korporasi. Di samping itu, ada sistem manajemen risiko dan pengendalian internal Perseroan, yang secara berkala dievaluasi dan diperkuat untuk memastikan efektivitasnya seiring dengan pertumbuhan dari bisnis. 

Penilaian dan Pengukuhan Tata Kelola   

Tata kelola perusahaan Multi Bintang secara terus menerus dievaluasi dan disempurnakan melalui pelaksanaan berbagai pengendalian dan proses pengkajian seperti dipaparkan dalam halaman-halaman berikut. Namun demikian, untuk memberikan penilaian yang obyektif dan independen mengenai cakupan dan kualitas dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik dalam organisasi, Perseroan menerapkan prinsip-prinsip dari ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). Pranata ini, yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang dikembangkan oleh the Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), mengevaluasi lima aspek utama dalam tata kelola: (1) hak-hak pemegang saham; (2) perlakuan yang setara terhadap pemegang saham; (3) peran pemangku kepentingan; (4) pengungkapan informasi dan transparansi; dan (5) tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi.

Pada 2016, the Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) membuat asesmen tentang tata kelola perusahaan Multi Bintang menurut kriteria ACGS. Berdasarkan tolok-ukur tersebut, pada  November 2016 Perseroan, untuk pertama kali, termasuk dalam peringkat “Top 50 Publicly Listed Companies di Indonesia.

Penilaian juga menunjukkan aspek-aspek tata kelola perusahaan yang memerlukan penguatan lebih lanjut, dan Perseroan akan menindak-lanjuti langkah tersebut.